Viral Video Polisi Diduga Keroyok Bocah di Belakang Masjid dekat Bawaslu


PORTALBUANA.COM, JAKARTA.  -  Beredar video viral yang merekam sedikitnya 10 orang berpakaian hitam-hitam, bersepatu bot, membawa pentungan dan senjata laras panjang, mengeroyok seseorang yang sudah tersungkur di bawah.

Video berdurasi 42 detik itu diunggah melalui akun Twitter @gncp_demak atau atas nama Putra Melayu.

Diduga, kelompok pengeroyok tersebut adalah aparat kepolisian yang sedang berjaga di lokasi sekitar kerusuhan 22 Mei, gedung Bawaslu.

Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo ketika dikonfirmasi soal video viral tersebut, mengakui hal itu belum terklarifikasi.

Kekinian, kata dia, benar atau tidaknya video itu tengah didalami oleh Direktorat Siber Bareskrim Polri.

"Belum terklarifikasi dan terkorfirmasi. Sedang didalami oleh DitSiber Bareskrim," kata Dedi melalui pesan singkat.

Lebih jauh, sejumlah akun Twitter mengklaim, seseorang yang dikeroyok dalam video itu adalah bocah laki-laki berusia 15 tahun.

Informasi itu seperti yang diklaim oleh akun TWitter bernama terdapat dalam akun Twitter @bosedii dan juga @Astuty64.



Pengeroyokan itu disebut diduga terjadi di halaman belakang Masjid Al Huda, Jalan Kampung Bali XXXIII, Jakarta Pusat. Letak masjid tersebut berada tidak jauh dari kantor Bawaslu RI.

Wartawan memeriksa kebenaran informasi yang viral di media sosial itu.




Berdasarkan pengamatan di lokasi kejadian, kondisi di halaman belakang Masjid Al Huda tampak sama dengan lokasi yang terekam dalam video viral tersebut.

Kesamaan itu, misalnya, terlihat dari adanya dua cone kerucut atau penghalau jalan berwarna oranye di lahan.

Kemudian, terdapat juga sebatang besi yang berada di sekitar rerumputan lahan tersebut.

Tak hanya itu, tembok masjid tersebut juga ada yang dicat warna biru.

Cone dan batang besi, yang didapati Suara.com di lokasi itu juga terdapat dalam video viral.

Tak hanya itu, tembok di belakang masjid berwarna biru juga didapati wartawan, seperti dalam video viral tersebut.

Untuk diketahui pula, video viral itu juga memperlihatkan si perekam berada di atas bangunan tinggi dengan gambaran seperti ini:

Sementara wartawan mencoba memotret halaman belakang masjid tersebut, juga dari bangunan tinggi, sehingga hasilnya seperti ini:

Masih dari pantauan di lokasi, halaman di belakang Masjid Al Huda diketahui merupakan lahan kosong yang dijadikan area parkir berbayar untuk kendaraan roda dua dan roda empat.

Ketika berada di lokasi tersebut, wartawan mendapati sejumlah aparat kepolisian yang mondar-mandir di depan Masjid Al Huda.

Beberapa orang berpakaian koko berwarna putih serta bercelana panjang juga tampak memasuki area belakang masjid.

Dia tampak memperhatikan halaman kosong yang diduga tempat terjadinya pengeroyokan.

Beberapa orang yang sama berikutnya juga kembali memantau area tersebut melalui pintu masuk area parkir di lahan kosong tersebut. [gelora]

Viral Video TNI AD Diduga Ngamuk Lihat Demonstran Dikeroyok Polisi


PORTALBUANA.COM, JAKARTA. -  Beredar sebuah video keributan antara anggota Polri dengan TNI. Peristiwa itu terjadi ketika anggota Polri tengah mengamankan seorang demonstran yang diduga peserta aksi 21-22 Mei 2019.


Tapi saat diamankan, justru sejumlah polisi lainnya terlihat menyarangkan pukulan dan tendangan pada pedemo itu.


Pria yang sudah tak berdaya itu jadi bulan-bulanan polisi. Beruntung, di lokasi ada sejumlah anggota TNI Angkatan Darat yang ikut menjaga aksi unjuk rasa. 


Seperti tak tega melihat seorang sipil jadi bulan-bulanan polisi, sejumlah anggota TNI itu terlihat marah. Mereka merangsek ke kerumunan dan mendorong polisi yang sedang memukuli demonstran itu. 


Bahkan dalam satu cuplikan video, tampak seorang personel TNI memopor senjata laras panjangnya ke arah anggota Polri.


Dikonfirmasi, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo mengatakan, sejumlah video kekerasan yang diduga dilakukan polisi terhadap demonstran, sedang diteliti oleh Tim Siber Mabes Polri. Termasuk penganiayaan pada demonstran yang berujung ribut dengan personel TNI.

"Nanti hasilnya kami sampaikan apabila ada data yang jelas dari proses investigasi dari Dit Siber," kata Dedi. [gelora]

Viral Video Petugas Medis Dihajar Aparat


PORTALBUANA.COM, JAKARTA.  - Dompet Dhuafa mengklaim tim medisnya diserang aparat kepolisian pada dini hari 23 Mei 2019. Dikabarkan ada tiga orang yang jadi korban akibat peristiwa tersebut, mobil ambulan juga dirusak.

Selain itu viral di media sosial video petugas medis dari HILMI (Hilal Merah Indonesia) yang dihajar oleh beberapa oknum aparat.

"Kemana nurani kalian sampai relawan medis pun dipukuli??.
Apa beda kalian dengan para zionis yg juga menyerang petugas medis??
Ingatlah duhai kalian yang tampak gagah dengan segala atribut dari uang rakyat...
Bayang2 ketakutan itu nyata dan menghantui.", cuit @Najwa_AlSaggaf  mengomentari video tersebut.

Dugaan penganiayaan oknum aparat kepada tim medis yang sedang bertugas diduga melanggar Konvensi Jenewa. Dimana dalam aturan tersebut, petugas kesehatan harus dihormati dan dilindungi dalam segala keadaan.


Sementara, Polri menyatakan akan beraudiensi dengan tim Dompet Dhuafa terkait dugaan pemukulan tim medis mereka oleh oknum polisi dalam aksi 22 Mei. [GELORA]

Kapuspen TNI: Tidak Benar Provokator di Masjid Petamburan Anggota BAIS TNI



PORTALBUANA.COM - JAKARTA. (Puspen TNI). Video viral https://youtu.be/cOFapD_1TzE dengan judul 'Terciduk! Diduga Oknum BAIS TNI Provokasi Massa di Aksi 22 Mei dan Menyudutkan POLRI'.  Informasi/ tulisan yang terdapat pada video tersebut menjelaskan adanya oknum TNI memprovokasi massa di dalam Masjid.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Sisriadi di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (24/5/2019) menegaskan bahwa informasi yang menyebutkan pria itu oknum TNI adalah Hoax dan Tidak Benar.

Kapuspen TNI menyampaikan bahwa berdasarkan hasil investigasi, video yang viral tersebut benar diambil oleh seseorang di Masjid Al-Ishlah, Petamburan, pada tanggal 22 Mei 2019 pukul 11.45 WIB saat kerusuhan terjadi. “Sedangkan berdasarkan informasi yang diperoleh dari masyarakat sekitar Masjid Al-Ishlah, orang yang melakukan provokasi tersebut tidak dikenal dan bukan warga Petamburan,” ucapnya.

Selanjutnya dikatakan bahwa di dalam video tersebut terdapat personel yang berpakaian loreng adalah prajurit TNI yang merupakan anggota Yonif 315 yang BKO Kodam Jaya. Prajurit tersebut ditugaskan di Petamburan. “Saat itu prajurit TNI sedang melakukan pendekatan kepada tokoh agama untuk menenangkan massa yang emosional. Secara tiba-tiba masuk seseorang ke dalam Masjid dan menyampaikan ujaran provokatif,” ujarnya.

Kapuspen TNI menegaskan bahwa informasi yang disebar bersama video itu adalah hoax, sedangkan data tentang Serma Aris dalam video viral tersebut adalah data palsu yang dibuat oleh orang yang tidak tahu tentang TNI AD. “Dapat dibuktikan bahwa penyebutan nama ditambah pangkat dan korps (Serma Inf Aris) adalah data palsu. Yang benar adalah untuk pangkat Bintara TNI AD tidak memiliki korps,” terangnya.

“Kemudian disebutkan yang bersangkutan lulusan Secaba Reg AD tahun 2005, itu adalah data palsu. Yang benar adalah lulusan Secaba tahun 2005, baru akan berpangkat Serma paling cepat pada 1 April 2021.  Dan juga sudah dilakukan pengecekan berdasarkan daftar nominatif personel Yonif 315, tidak ada anggota Yonif 315 bernama Serma Aris,” jelasnya.

Dapat disimpulkan bahwa informasi yang disebarluaskan bersama video yang diunggah dari YouTubehttps://youtu.be/cOFapD_1TzE adalah hoax. “Berita tersebut bertujuan untuk mendiskreditkan TNI dan melemahkan soliditas TNI-Polri,” kata Mayjen TNI Sisriadi.

Diakhir penjelasannya, Kapuspen TNI menegaskan kembali bahwa TNI tetap memegang teguh jati dirinya sebagai Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Profesional dan Tentara Nasional Indonesia.

Autentikasi :
Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Sus Taibur Rahman

Pekerja HTI di Riau Tewas Diterkam Harimau Sumatera


PORTALBUANA.COM, JAKARTA.  - M Amri (32) tewas diserang harimau. Dia adalah pekerja di perusahaan hutan tanaman industri (HTI) kayu akasia di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Lokasi tewasnya korban terletak di konsesi anak perusahaan pabrik kertas di Riau.

"Korban merupakan warga asal Desa Gapura, Kecamatan Sambar, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Dia bekerja sebagai pekerja di PT RIA (Riau Indo Agropalma) di Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Inhil. Korban tewas diserang harimau Sumatera," kata Kapolres Inhil AKBP Christian Rony kepada wartawan, Jumat (24/5/2019).

Rony menjelaskan peristiwa terjadi pada Kamis (23/5) pagi hari sekitar pukul 06.30 WIB. Korban Amri bersama delapan rekannya lagi memanen kayu akasia.

"Pukul 10.30 WIB, rekannya kembali ke kamp untuk istirahat. Setelah 30 menit menunggu, korban tak juga muncul. Rekan-rekannya mencari korban dan diketemukan tergeletak penuh darah," kata Rony.

Saat rekannya menemukan, sambungnya, mereka masih melihat ada harimau di lokasi tersebut. Pencarian yang dilakukan menggunakan alat berat. Setelah harimau pergi, korban pun dievakuasi.

"Korban ditemukan sudah meninggal dunia. Korban mengalami luka di bagian tengkuk dan leher yang diduga kuat bekas serangan harimau," kata Rony.

Setelah dievakuasi dari area konsesi HTI, sambungnya, korban diperiksa secara medis di puskesmas setempat.

"Rencananya, jenazah korban akan dibawa pulang ke kampung halamannya. Kita akan melakukan koordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam di Pekanbaru," tutup Rony. (detik)

Tokoh Masyarakat Duri Ajak Lupakan Beda Pilihan Pemilu dan Tetap Jaga Kondusifitas Jelang Lebaran


PORTALBUANA.COM, DURI. -- Tokoh Masyarakat Dr. Syafni Anen berharap Di bulan yang penuh berkah ini dapat menjadi penyejuk ketegangan pasca-pemilu serentak 2019.

‎Dr. Syafni mengajak kepada seluruh elemen masyarakat melupakan perbedaan pilihan pada saat Pemilu dan fokus menjalankan ibadah puasa serta menjaga Kondusifitas menjelang Idul Fitri ini. 

"Bulan suci ramadhan adalah bulan penuh rahmat bagi ummat islam, momentum ramadhan semoga dapat menjadi penyejuk bagi kita semua paska pesta demokrasi yang telah sama sama kita lalui beberapa waktu yang lalu. Mari kita tingkatkan kualitas ibadah kita dan semoga kita menjadi seorang pemenang di hari idul fitri." kata Dr. Syafni, Jumat (24/5/2019).

Dr. Syafni Anen mengajak seluruh pihak untuk menjadikan bulan yang suci ini sebagai gerakan amal kepada sesama umat manusia. Sehingga, makna bulan suci ramadan dapat dirasakan oleh seluruh pihak.

"Mari kita jadikan bulan Suci Ramadhan ini sebagai ladang amal. Saling tolong menolong antar sesama sehingga makna Ramadhan dapat kita rasakan dalam kehidupan kita dalam beragama," Tutupnya.(AR)

Penyerangan atas Tim Dompet Dhuafa Langgar Konvensi Jenewa


PORTALBUANA.COM, JAKARTA. - Forum Zakat (FOZ) yang menaungi 121 organisasi pengelola zakat se-Indonesia angkat bicara terkait penyerangan yang menimpa tim medis Dompet Dhuafa di lokasi aksi massa 22-23 Mei, Jakarta.

Ketua Umum FOZ Bambang Suherman mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan adanya tindakan represif dari oknum kepolisian atas tim relawan medis. "Salah satu yang mendapat pemeriksaan berlebihan adalah tim Dompet Dhuafa ini,” ujar Bambang dalam konferensi pers di Kantor Forum Zakat, Jakarta Selatan, Kamis (23/5).

Lebih lanjut, dia menyebut, tindakan yang dilakukan oknum aparat pada dini hari Kamis (23/5) itu patut diduga melanggar pasal-pasal Konvensi Jenewa. Untuk diketahui, Dompet Dhuafa merupakan salah satu lembaga kemanusiaan yang terjun langsung ke lapangan untuk membantu korban. Dompet Dhuafa tidak parsial dan pula tidak memihak kelompok politik manapun.

Menurut Bambang, penyerangan yang dilakukan oleh oknum aparat ini patut diduga telah melanggar Pasal 11, Pasal 24-27, Pasal 36, dan Pasal 37 Konvensi Jenewa.

“Tindakan oknum aparat kepada tim media Dompet Dhuafa yang sedang bertugas, patut diduga melanggar Konvensi Jenewa itu. Dimana dalam aturan tersebut, petugas kesehatan harus dihormati dan dilindungi dalam segala keadaan,” papar dia.

FOZ menginginkan agar aparat keamanan bisa lebih bijaksana lagi dalam bertugas di lapangan. Sebab, sudah semestinya setiap relawan kemanusiaan yang bertugas di lapangan dilindungi, agar tidak menjadi target kekerasan.

Kemudian, masyarakat juga diimbau agar tetap bersikap tenang dalam merespons isu-isu yang bergulir belakangan ini. “Mari kita tetap menjaga kedamaian dan persatuan bangsa Indonesia. Meskipun ada kejadian seperti kemarin, kami tetap mengimbau kepada seluruh lembaga pengelola zakat, Baznas, dan LAZ (lembaga amil zakat), agar tetap konsisten dan profesional membantu di lokasi darurat,” jelas Bambang.

Bambang menuturkan, sesungguhnya antara pihak aparat keamanan dan lembaga-lembaga zakat telah lama saling sinergi dalam banyak situasi genting. Sudah seharusnya antara aparat dan tim relawan saling memahami tugas masing-masing ketika berada di lapangan.

Ia yakin, ke depan tidak ada lagi kejadian serupa. Harapannya, semua pihak dapat membicarakan persoalan secara baik-baik, tanpa perlu adanya kekerasan. [GELORA]